Rabu, 16 April, 2014
PARTAI POLITIK BERNUANSA AGAMA DI ERA REFORMASI
PARTAI POLITIK ISLAM INDONESIA MASYUMI

Oleh: Arya Hadiwiyata dan M. Nur

Departemen Agama RI
Proyek Penelitian Keagamaan

Badan Penelitian dan Pengembangan Agama
Jakarta 1999/2000



Berkembangnya partai Islam memang tidak bisa dipisahkan dari aspek historis, sosiologis dan politis bangsa Indonesia. Awal berkembangnya organisasi Islam modern, dapat kita lihat pada Serikat Dagang Islam (SDI), yang masih bergerak di bidang ekonomi dan perdagangan, terutama batik. Kemudian berdiri Muhammadivah pada tahun 1912, Nahdlatul Ulama (NU di tahun 1926) dan seterusnya mewarnai peta politik umat Islam sampai saat ini. Oleh karena itu, melihat sejarah berdirinya lembaga sosial keagamaan di Indonesia barangkali menjadi fenomena khas umat Islam di Indonesia. Kenyataan sosiologisnya, masing-masing lembaga sosial keagamaan tersebut telah mempunyai segmen kulturalnya masing-masing, dimana segmentasi kultural tersebut pada gilirannya telah membentuk ciri dari masing-­masing lembaga sosial keagamaan tersebut.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perkembangan partai Masyumi dalam era reformasi dan melakukan analisis mengenai keterkaitan antara fenomena baru ini dengan sistem politik pada dekade-dekade awal setelah kemerdekaan hingga era reformasi.

Pengumpulan data dan informasi diperoleh melaui studi dokumentasi, pengamatan terlibat, serta wawancara sejumlah tokoh kunci dengan menggunakan pedoman wawancara, baik di tingkat pusat (di Jakarta) maupun daerah Sumatera Barat.

Partai politik Islam Masyumi adalah kebangkitan kembali Masyumi (lama). Dibangkitkan di Jakarta pada tanggal 28 Agustus 1998, oleh sekelompok pimpinan periode kebangkitan, yang diketuai oleh Ir. Abdullah Hehamahua.

Dibandingkan dengan saudara-saudaranya sebulan-bintang (Partai Bulan Bintang dan Masyumi Baru), Partai Politik Islam Indonesia Masyumi dianggap reinkarnasi Masyumi yang masih orisinel, mengingat Partai Politik Islam Indonesia Masyumi masih menggunakan Anggaran Dasar Masyumi (lama) tanpa merubahnya.

Rekomendasi penelitian ini adalah untuk menyajikan tulisan tentang Partai Politik Islam Indonesia Masyumi yang lebih memadai, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang lebih serius dan mengambil sampel yang cukup.

Alangkah baiknya bila pimpinan Partai Politik Islam Indonesia Masyumi dapat mengajak para pimpinan Partai se-bulan bintang lainnya (Partai Bulan Bintang dan Partai Masyumi Baru) untuk bergabung menjadi satu kekuatan partai, yang diperhitungkan di masa yang akan datang.***