Senin, 20 Oktober, 2014

PENELITIAN KEBERAGAMAAN SISWA SMU

(Studi Korelasi antara Pengetahuan Pendidikan Agama Islam dengan

Pelaksanaan Ritual dan Hubungan Sosial Keagamaan Siswa)

H. Qowaid, dkk.

Puslitbang Pendidikan Agama

Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan

Departemen Agama RI, 2003. 103 halaman

 Latarbelakang realitas adanya tawuran antar pelajar, perkelahian, kekerasan, penggunaan narkoba dan sebagainya menunjukan perilaku siswa belum mencerminkan ahlakul karimah. Penilaian masyarakat bahwa pendidikan agama Islam di sekolah belum berhasil membina mental siswa, akibatnya siswa sering berperilaku menyimpang.

 

Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan, penyerapan siswa terhadap materi PAI rendah, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan PAI dengan ketaatan keberagaman   siswa,  dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap keberagamaan siswa dengan kenakalan siswa.

 

Tujuan umum : untuk memperoleh data dan informasi tentang keberagamaan siswa SMU di beberapa kota besar di Indonesia.Tujuan Khusus : (a) Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan pelaksanaan ritual keagamaan siswa SMU, dan (b) mengetahui hubungan antara pengetahuan PAI dengan pelaksanaan hubungan sosial keagamaan siswa SMU dan (c) mengetahui hubungan antara pelaksanaan ritual keagamaan dan hubungan sosial keagamaan secara bersama-sama dengan pengetahuan PAI siswa SMU.

 

Kegunaan penelitian ini adalah pertama, untuk menemukan pola baru pendidikan keagamaan siswa SMU terutama agar pendidikan keagamaan di SMU bisa relevan dengan pelaksanaan ritual, hubungan sosial keagamaan dan perilaku sosialnya di masyarakat. Kedua, memberi masukan kepada unit teknis dalam pembinaan pendidikan keagamaan di masa datang.

 

Sasaran penelitian ini dilaksanakan di sekolah umum di kota besar di Indonesia, yaitu : Medan Sumatera Utara, Jakarta, Bandung Jawa Barat, Surabaya Jawa Timur dan Ujung Pandang Sulawesi Selatan.

 

Metode penelitian ini dilakukan melalui survey dengan teknik korelasional, juga memberi gambaran tentang variabel-variabel yang ditemukan sekaligus menyelidiki hubungan antar variabel itu. Metode ini menggunakan data faktual berdasarkan informasi yang ditemukan dengan populasi penelitian seluruh SMU yang tersebar di lima wilayah sasaran penelitian. Populasi yang dijaring adalah siswa kelas 2 dengan ketentuan sampel 400 siswa dan masing-masing daerah ditentukan 40 siswa.

 

Temuan hasil penelitian ini sebagai berikut :1.    Terdapat hubungan positif antara pengetahuan PAI dengan pelaksanaan ritual keagamaan siswa SMU, namun hubungan itu ada yang signifikan dan ada yang tidak signifikan.2.    Terdapat hubungan positif antara pengetahuan PAI dengan pelaksanaan hubungan sosial keagamaan siswa. Hubungan positif ini cenderung tidak signifikan kecuali hanya terjadi di kota Medan.3.    Terdapat hubungan positif antara pengetahuan PAI dengan helaksanaan ritual dan hubungan sosial keagamaan siswa SMU, namun hubungan itu ada yang signifikan dan ada yang tidak.4.    Terdapat variabel intervening yang berhubungan dengan sebuah tingkat keberagamaan siswa, yaitu dengan pelaksanaan hubungan sosial keagamaan siswa; antara lain terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara internalisasi PAI bagi siswa di lingkungan keluarga dengan pelaksanaan sosial keberagamaan siswa.***